Selasa, 07 November 2017

Koperasi

Nama: Fajar Santoso
Kelas: 3EA16
NPM: 12215439

Pengertian Koperasi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Sebagai warga negara Indonesia, kita tentu tidak asing dengan koperasi karena dekat dengan kehidupan sehari-hari.  Koperasi adalah organisasi yang bergerak di bidang ekonomi rakyat dengan beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan (Pasal 3 UU No. 12 Tahun 1967). Dalam pengertian lain yang tertera dalam Pasal 1 No. UU RI No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, definisi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Kali ini kita akan membahas tentang beragam pengertian tentang koperasi menurut beberapa ahli.
·         Definisi Koperasi menurut ILO (International Labour Organization) adalah Koperasi merupakan perkumpulan orang-orang, Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan, Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai, Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis, Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan, Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.
·         Definisi koperasi juga dijabarkan oleh P.J.V. Dooren yang mengatakan bahwa Koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-orang, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badan-badan hukum (corporate).
·         Dr. Fay menjabarkan bahwa koperasi adalah suatu perkumpulan beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
·         Munkner juga memberikan definisinya tentang koperasi, yaitu organisasi tolong menolong yang menjalankan urus niaga secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong menolong. Aktivitas dalam urusan niaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong.
·         Menurut R.S.Soeraatmadja, koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggan dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau dasar biaya.

Prinsip – Prinsip Koperasi
A. Prinsip Koperasi menurut Munkner
Menurut Hans H. Munkner ada 12 prinsip koperasi yakni sebagai berikut :
1.      Keanggotaan bersifat sukarela
2.      Keanggotaan terbuka
3.      Pengembangan anggota
4.      Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
5.      Manajemen dan pengawasan dilakukan secara demokratis
6.      Koperasi sebagai kumpulan orang-orang
7.      Modal yang berkaitan dengan aspek sosial tidak dibagi
8.      Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
9.      Perkumpulan dengan sukarela
10.  Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
11.  Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
12.  Pendidikan anggota
B. Prinsip Koperasi menurut Rochdale
Prinsip ini dipelopori oleh 28 koperasi konsumsi di Rochdale, Inggris (1944) dan menjadi acuan bagi koperasi diseluruh dunia.
Adapun unsur-unsurnya sebagai berikut :
1.      Pengawasan secara demokratis
2.      Keanggotaan yang terbuka
3.      Bunga atas modal dibatasi
4.      Pembagian sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota sesuai jasanya.
5.      Penjualan sepenuhnya dengan tunai
6.      Barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan
7.      Menyelenggarakan pendidikan kepada anggotanya sesuai prinsip koperasi
8.      Netral terhadap politik dan agama
C. Prinsip Koperasi menurut Raiffeisen
Menurut Freidrich William Raiffeisen (1818-1888) , dari Jerman , prinsip koperasi adalah sebagai berikut :
1.      Swadaya
2.      Daerah kerja terbatas
3.      SHU untuk cadangan
4.      Tanggung jawab anggota tidak terbatas
5.      Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
6.      Usaha hanya kepada anggota
7.      Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang
D. Prinsip Koperasi menurut Herman Schulze
Prinsip koperasi menurut Herman Schulze (1800-1883) adalah sebagai berikut.
1.      Swadaya
2.      Daerah kerja tak terbatas
3.      SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota
4.      Tanggung jawab anggota terbatas
5.      Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
6.      Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

Macam-macam Bentuk Koperasi

1.    Macam-Macam Koperasi Yang Berdasarkan Jenis Usahanya
Secara umum, berdasar jenis usahanya koperasi dapat dibedakan menjadi empat, yakni  terdiri atas Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Konsumsi, dan Koperasi Produksi.
a.     Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur.  Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
b.     Koperasi Serba Usaha (KSU)
Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang terdiri atas berbagai jenis usaha. Misalnya, melayani simpan pinjam dan pelayanan jasa, menjual barang-barang hasil produksi anggota, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit wartel.
c.      Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga. Barang-barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan dengan toko-toko lainnya.
d.    Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama yang merupakan hasil produksi anggota koperasi. Bagi para anggota yang memiliki usaha, dapat memasok hasil produksinya ke koperasi, dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
2.    Macam-Macam Koperasi Yang Berdasarkan Keanggotaannya
Dilihat dari keanggotannya dikenal beberapa bentuk koperasi, antara lain koperasi petani, koperasi pensiunan, Koperasi Pegawai Replubik Indonesia (KPRI), Koperasi Sekolah, Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Pasar (Koppas) antara lain sebagai berikut:
a.     Koperasi Petani
Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orang orang yang terlibat dalam usaha pertanian. Koperasi pertanian melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, misalnya penyuluhan pertanian, pengadaan bibit unggul, penyediaan pupuk, obat-obatan dan lain-lainnya.
b.    Koperasi Pensiunan
Berbeda dengan Koperasi pertanian yang beranggotakan para petani, anggota Koperasi pensiunan berisikan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan.
c.      Koperasi Pegawai Replubik Indonesia (KPRI)
Berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah. Sebelum KPRI, koperasi ini lebih dikenal dengan nama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup department atau instansi.
d.    Koperasi Sekolah
Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain latihan kepemimpinan, latihan tanggung jawab, latihan kejujuran, latihan mengenal lingkungan, serta latihan belajar berorganisasi dalam bentuk usaha bersama.Koperasi sekolah diusahakan diurus oleh siswa, hal ini dimaksudkan agar tujuan koperasi sebagai media pendidikan dapat tercapai.
e.      Koperasi Unit Desa (KUD)
Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan).
3.    Macam-Macam Koperasi Yang Berdasarkan Tingkatannya
Berdasarkan tingkatannya koperasi dapat dibedakan sebagai berikut:
a.     Koperasi Primer
Koperasi primer merupakan koperasi yang beranggotakan orang-orang. Anggota koperasi primer paling sedikit 20 orang.
b.    Koperasi Sekunder
Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi. Koperasi sekunder meliputi:
·         Pusat Koperasi
Pusat koperasi merupakan koperasi yang anggotanya oaling sedikit lima buah koperasi primer dan berada di satu kabupaten/kota.
·         Gabungan Koperasi
Gabungan koperasimerupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit tiga buah pusat koperasi. Wilayahnya meliputi satu provinsi atau lebih.
·         Induk Koperasi
Induk koperasi merupakan koperasi yang anggotanya paling sedikit tiga buah gabungan koperasi.


Tujuan Koperasi
                          

 Tujuan utama Koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan daripada laba. Meskipun demikian harus diusahakan agar koperasi tidak menderita rugi. Tujuan ini dicapai dengan karya dan jasa yang disumbangkan pada masing-masing anggota. Selain itu tujuan utama lainnya adalah mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

“Keanggotaan Koperasi Indonesia bersifat sukarela dan didasarkan atas kepentingan bersama sebagai pelaku ekonomi. Melalui koperasi, para anggota ikut, secara aktif memperbaiki kehidupannya dan kehidupan masyarakat melalui karya dan jasa yang disumbangkan. Dalam usahanya, koperasi akan lebih menekankan pada pelayanan terhadap kepentingan anggota, baik sebagai produsen maupun konsumen. Kegiatan koperasi akan lebih banyak dilakukan kepada anggota dibandingkan dengan pihak luar. Oleh karena itu, anggota dalam koperasi, bertindak sebagai pemilik sekaligus pelanggan.”(SAK,1996:27.1)

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 tujuan koperasi Indonesia adalah
“Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”.

Bung Hatta berpendapat tujuan koperasi mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil.
Dari beberapa tujuan koperasi diatas, garis besarnya adalah :
  1. Mensejahterakan para anggota koperasi dan masyarakat
  2. Mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur
  3. Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat terutama dalam bidang perekonomian
  4. Membangun tatanan perekonomian nasional
Keempat garis besar tujuan koperasi tersebut tertuang dalam Fungsi Koperasi yang diatur dalam  UU No. 25/1992 Pasal 4 yang isinya adalah sebagi berikut :
  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Manfaat koperasi bagi anggotanya

1. Meningkatkan penghasilan anggota
Dengan mengikuti koperasi diharapkan koperasi bisa meningkatkan penghasilan anggotanya. Anggota bisa meningkatkan penghasilan melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh koperasi.
2. Menawarkan Barang Dan Jasa Dengan Harga Yang Lebih Murah
Manfaat tersebut sangat dirasakan oleh anggota koperasi. Sebab anggota bisa membeli barang dan jasa lebih murah dibandingkan dengan barang dan jasa yang ditawarkan di toko-toko lain selain koperasi. Koperasi pun memiliki tujuan, barang dan jasa yang ditawarkannya bisa dibeli oleh anggota yang kurang mampu oleh sebab itu harga yang ditawarkan lebih murah dan terjangkau.
3. Menumbuhkan Motif Berusaha Yang Berperikemanusiaan
Kegiatan yang diadakan oleh koperasi bukan semata-mata usaha yang dijalankan untuk meraih keuntungan, selain mendidik dan menumbuhkan semangat berwirausaha di hati para anggotanya koperasi juga memiliki tujuan untuk melayani secara baik keperluan para anggotanya sehingga keperluan anggotanya dapat tercukupi.
4. Melatih Bersikap Mandiri
Dengan adanya koperasi akan membuat anggotanya lebih mandiri. Anggota bisa mencari uang sendiri dengan berusaha tanpa harus menggantungkan pendapatan dari orang lain.
5. Memperoleh Pinjaman Dengan Mudah
Bagi anggota yang memiliki kesulitan dalam hal keuangan, koperasi bisa menyediakan pinjaman modal dengan mudah tanpa disertai syarat yang berbelit-belit.
6. Menanamkan Disiplin Dan Tanggung Jawab
Dengan adanya kewajiban dan hak yang diberikan kepada masing-masing anggota, akan membuat setiap anggota berlaku disiplin dan tanggung jawab terhadap apa yang menjadi tugas dan kewajibannya.

Dampak Positif dan Negatif dari Koperasi

Dampak-dampak positif dari Koperasi di antara nya ialah:
1.        Produksi global dapat ditingkatkan
Mengingat koperasi merupakan sokoguru perekonomian Indonesia, berdirinya lembaga ini juga sangat mempengaruhi jumlah produksi barang yang akan dipasarkan secara global. Dengan mengedepankan kesejahteraan anggota nya, maka tidak diragukan lagi bila semakin banyak orang yang bergabung dengan suatu koperasi maka akan semakin banyak pula kegiataan perekonomian yang dilakukan, salah satunya berupa produksi barang-barang tertentu.

2.        Meningkatkan kemakmuran masyarakat
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.

3.        Meluaskan pasar untuk produksi dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri. Sehubungan dengan era globalisasi saat ini yang memungkinkan setiap individu berhubungan satu sama lain tanpa ada pembatas apapun, sekaligus memperbesar kemungkinan untuk memperluas jangkauan wilayah perdagangan internasional Indonesia dengan negara lain. 

4.        Dapat meningkatkan modal
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.




Sedangkan dampak-dampak negatif dari Koperasi di antara nya ialah:
1.        Menghambat pertumbuhan sektor industri
Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.

2.        Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.

3.        Semakin tidak stabilnya sektor keuangan negara
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik.
4.        Memperburuk prospek ekonomi jangka panjang

Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi.

Jumat, 06 Mei 2016

Si Kembang Tahu Jadul yang Kekinian

Laporan Feature
Tugas Bahasa Indonesia

Siapa yang gak tau kembang tahu? Anak 90’an pasti tau si hangat kembang tahu yang satu ini. Makanan ini dulu kita sering jumpai sore-sore hingga malam dipikul sama abang kembang tahu tentunya yang dijual keliling perumahan. Namun berbeda dengan kembang tahu tempo dulu yang hanya berisikan kembang tahu serta kuah jahe, kini kembang tahu sudah “kekinian” yang disajikan dengan berbagai macam topping diatasnya yang membuat cita rasa tempo dulu berpadu dengan sentuhan masa kini.
Bagi pecinta kembang tahu kalian bisa mencicipi kembang tahu dengan sajian hangat maupun dingin dengan berbagai varian topping seperti, almond, macademia, cornflakes, richeese keju, kinder bueno, oreo, pocky, mochi, popping boba, rumput laut, L-Men bar, coffee (arabica/lampung/luwak), poppy seed, sun flower seed, walnut, prune, hazelnut, dry apricot, cranberry, flax seed, kacang sangrai keju dll. Sekarang ini kalian bisa menjumpai kembang tahu kekinian di Healthy Beans yang terletak di Jl. Raya Margonda Depok.
Buka dari pukul 14.00-00.00 Healthy Beans cocok untuk disantap sambil santai dan dikala penat menghinggap. Healthy Beans hadir sekitar tahun 2013 dengan cabang yang pertama yaitu berlokasi di Cibubur. Lokasi lainnya yaitu berada di BSD dan yang kami kunjungi di Depok. Lokasi di Depok sangatlah strategis karena berada di kawasan jalan Margonda Raya dan kawasan kampus Universitas Gunadarma juga Universitas Indonesia. Mengenai harga sangatlah pas bagi kantong mahasiswa.
Nah sekarang ini, kami ingin menceritakan sedikit pesanan kami. Kami memesan Healthy Fresh Fruit, Healthy Mix 1, Susu Kedelai with Vanilla Float, Kembang Tahu Kacang Merah Kuah Jahe. Let’s check this out.

HEALTHY FRESH FRUIT




Tampilannya menarik cukup menggugah selera, selain itu rasanya juga enak, segar karena ada rasa asam yang berasal dari kuah yakultnya dan, pas banget dinikmati saat panas di siang hari, Di dalamnya ada buah semangka yang disajikan bulat-bulat juga ditambahkannya es krim vanilla yang manis. Melengkapi kesegaran minuman yang satu ini.

HEALTHY MIX 1




Untuk menu yang satu ini, tampilan menarik dan keberanian si pemilik untuk mencampur berbagai jenis makanan. Seperti kacang merah, sari kacang merah, cincau hitam, sari kelapa, kolang-kaling, rumput laut, selasih kelapa, aloe vera herbal jelly. Nah yang paling menarik dari menu ini adalah dimasukannya kolang-kaling dan aloe vera atau lidah buayanya, rasa dari semua itu yang telah dicampurkan benar-benar menyatu ketika menyentuh lidah. Porsi yang disajikan dari menu ini juga cukup besar bisa dimakan lebih dari 2 orang jadi bisa mempererat kebersamaan satu sama lain, lalu menu ini juga cukup sehat karena adanya sari kelapa, kacang merah, lidah buaya dan kolang-kaling. Menu ini bisa dikatakan sehat juga dicampurkan fresh milk atau susu segar, jadi selain enak menu ini juga bisa dibilang benar-benar sehat.

SUSU KEDELAI + VANILA FLOAT


Lanjut ke menu minuman yang satu ini, komposisi dari menu ini adalah susu kedelai yang di atasnya di tambahkan vanila float. Menut ini tidak manis seperti namanya. Kenapa tidak manis? Karena dari menu ini lebih ditonjolkan rasa klasik dari susu kedelainya tanpa menghilangkan rasa original dari susu tersebut meskipun sudah ditambahkan vanila float. Vanila float ini ditamhakan bukan untuk menghilangkan rasa original dari susu kedelai tetapi hanya untuk pemanis, intinya menu minuman ini sangat lah cocok diminum disaat terik matahari.

KEMBANG TAHU + KACANG MERAH + KUAH JAHE


Nah yang terakhir menu utama yang mencirikan cafe atau resto kembang tahu ini, sangatlah cocok buat bagi mereka yg ingin makan makanan yang sedikit porsi tapi banyak protein, karena kembang tahu ini terbuat dari ampas tahu yang tentunya mengandung protein yang baik bagi kesehatan tubuh juga untuk menambah nutrisi bagi pertumbuhan. Makanan ini bisa disantap setelah usai berolahraga atau setelah beraktifitas seharian atau juga bisa menemani kegalauan anda di malam hari ditemani si hangat kembang tahu. Di kafe ini, tidaklah hanya kembang tahu kacang merah dan kuah jahe, tetapi banyak juga varian rasa lainnya.  


So, buat kalian yang rindu dengan makanan tempo dulu, di Healthy Beans kalian bisa bernostalgia dengan sentuhan cita rasa yang ramai dan unik. Sesuai dengan namanya Healthy Beans menyajikan makanan dan minuman sehat yang kaya akan sumber vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. “Deliciously Healthy When Old Authenthic Recipe Meets Creatifity”

Bonus foto kita saat mengunjungi Healthy Beans dan mewawancarai karyawan di Healthy Beans:)

Senin, 18 April 2016

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS 2

 Bahasa inggris 2- (PAPER 3)

Materi PAPER 3 :
Ø Past perfect tense
Ø Past future continuous
Ø Past future tense

1.   Past perfect tense
S + Had + Been + V3

a.   Active     : he had studied english
b.   Passive    : English had been studied by him

2.   Past future continuous
S + Would be being + V3

a.   Active     : My mother would be cooking soup when he came
b.   Passive    : Soup would be being cooked by my mother when he came




3.   Past future tense
S + Would be + V3

a.   Active     :She would visit me last year at lombok
b.   Passive    :I would visited by her last year

Rabu, 13 April 2016

Tugas BAHASA INDONESIA 2 ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI )

Nama                  : -Fajar santoso          ( 12215439 )
  -Richardus Ridho     ( 15215901 )
Kelas                   : 1EA13
Mata kuliah       : Bahasa Indonesia 2

1.     SKRIPSI
a.      Judul                        :
ANALISIS PENGARUH ASIMETRI  
INFORMASI,  LEVERAGE, KOMPENSASI BONUS DAN BIAYA
POLITIK TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN OPERATING
CASH FLOW SEBAGAI VARIABEL KONTROL PENELITIAN
PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR CONSUMER GOODS INDUSTRY  YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA TAHUN 2010-2014.                         
b.      Identitas peneliti       :
-         Nama                           : yoggi rizal
-         NIM                            : 1110082000116
-         Jurusan                        : Akuntansi
-         Fakultas                       : EKONOMI DAN BISNIS
-         Universitas                  : UIN JAKARTA

c.      Abstrak                    :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh asimetri informasi, leverage, kompensasi bonus dan biaya politik.
Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur sub sektor consumer goods industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010 sampai 2014. Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel penelitian ini adalah 21 perusahaan dengan pengamatan selama 5 tahun. Berdasarkan metode purposive sampling, total sampel yang diperoleh adalah 105 perusahaan. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil adjusted R square ditemukan bahwa pengaruh variabel independen terhadap manajemen laba dapat dijelaskan sebesar 44.6 %. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa leverage dan biaya politik berpengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan variabel asimetri informasi dan kompensasi bonus tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.

Kata kunci: asimetri informasi, leverage, kompensasi bonus, biaya politik,
  manajemen laba

d.    Perbedaan
·        Metode penelitian             :
Ø Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu penentuan sampling berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu
·        Manfaat penelitian           :
§  Manfaat yang ingin dicapai dan yang ingin diberikan dari penelitian ini adalah :
Ø Bagi profesi akuntan publik,  hasil penelitian ini diharapakan bisa menjadi bahan informasi tentang manajemen laba dan faktor-faktor yang berpengaruh pada manajemn laba.
Ø Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait dengan manajemen laba, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau masukkan dalam pengambilan keputusan investasi.
Ø Bagi akademis, penelitian ini bisa memberikan informasi dan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama penelitian-penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini.
Ø Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini diharapkan bisa melengkapi penelitian terdahulu dan dapat digunakan sebagai sarana belajar guna menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas sehubungan dengan manajemen laba, serta dapat digunakan sebagai bahan refrensi bagi penelitian selajutnya.

·        Hasil dan kesimpulan penelitian                   :
§  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan beberapa kesimpulan yaitu:
Ø Asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiryadi dan Sebrina (2013).
Ø Leverage berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Guna dan Herawaty (2010) dan Kosasih dan Widyawati (2013).
Ø Kompensasi bonus tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Achmad et all (2007).
Ø Biaya politik yang diproksikan dengan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Muliati (2011) dan Jao dan Pagulung (2011).
Ø Operating Cash Flow berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Nastiti dan Gumanti (2011) dan Pradhana dan Rudiawarni (2013).
Ø  Asimetri informasi, leverage, kompensasi bonus, biaya politik dan opeating cash flow secara bersama-sama berpengaruh terhadap manajemen laba.

·        Sistematika penelitian      :
Ø BAB  I  PENDAHULUAN
Ø BAB  II  TINJAUAN PUSTAKA
Ø BAB  III   METODOLOGI PENELITIAN
Ø BAB  IV   ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Ø BAB  V   PENUTUP




2.     TESIS
a.     Judul                        :
IMPLEMENTASI  KEBIJAKAN SISTEM  INFORMASI DAN MANAJEMEN PERTANAHANAN NASIONAL ( SIMTANAS )
DI KANTOR  PERTANAHAN KABUPATEN JEPARA

b.    Identitas peneliti       :
-         Nama                             : Djati Harsono
-         Nim                      : D4E007058
-         Jurusan                        : Magister Administrasi Publik
-         Universitas           : UNIVERSITAS DIPONEGORO
c.      Abstrak                    :
ABSTRAK
Bagi bangsa Indonesia, tanah merupakan unsur vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan bangsa Indonesia dengan tanah adalah hubungan yang bersifat abadi. Seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kesatuan tanah air dari keseluruhan Bangsa Indonesia. Tanah merupakan perekat NKRI. Oleh karena itu tanah perlu dikelola dan diatur secara nasional untuk menjaga keberlanjutan   sistem   kehidupan   berbangs dan   bernegara.   Dalam   kerangka   ini, kebijakan pertanahan diarahkan untuk mewujudkan tanah untuk "sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Tujuan   dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan Implementasi Kebijakan sistem informasi manajemen pertanahan (SIMTANAS) di kantor Pertanahan Kabupaten Jepara .Dalam penelitiaan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan memfokuskan Kebijakan sistem informasi manajemen pertanahan (SIMTANAS), komunikasi dan sikap.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat dua hal yang menjadi perhatian yaitu sumber daya manusia dan sarana dan prasarana.

Kata Kunci : Kebijakan sistem informasi manajemen pertanahan (SIMTANAS), Sumber daya Manusia, sarana dan prasarana

d.    Perbedaan
·        Metode penelitian              :
Ø Pada hakikatnya rancangan penelitian merupakan penggambaran cara-cara yang akan dilakukan seorang peneliti guna memenuhi tujuan studi. Tujuan dari penelitian sosial adalah menerangkan suatu fenomena sosial atau gejala sosial atau peristiwa sosial.
Dalam   bagian   ini   diuraikan   perspektif   pendekatan   kualitatif   yang   akan dilakukan. Penelitian kualitatif merupakan rangkaian kegiatan atau proses menjaring informasi dari kondisi sewajarnya dalam kehidupan suatu obyek yang dihubungkan dengan pemecahan suatu masalah baik dari sudut pandangan teoritis maupun praktis sehingga  penelitian  kualitatif  bersifat  induktif  karena  tidak  dimulai  dari  hipotesis sebagai generalisasi, untuk diuji kebenarannya melalui pengumpulan data yang bersifat khusus
·        Manfaat penelitian            :
Ø Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat mencapai beberapa manfaat diantaranya adalah :
1.      Implikasi praktis.
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi praktis dalam implementasi kebijakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara serta bahan masukan bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan dengan adanya sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan Nasional ( SIMTANAS )
2.     Implikasi Teoritik.
Melalui  penelitian  ini  diharapkan  akan  mempunyai  implikasi  teoritis  dalam kajian teori tentang implementasi kebijakan publik dalam upaya peningkatan pelayanan pada masyarakat. Dari hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai acuan
referensi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan implementasi kebijakan khususnya Implementasi Kebijakan    Sistem    Informasi    dan Manajemen   Pertanahan        Nasional ( SIMTANAS )

·        Hasil penelitian                  :
Ø  Keberadaan sistem informasi sangat penting untuk mendukung para pemakai dalam melaksanakan tugasnya. Pada sebagian besar organisasi, pusat informasi secara fisik memberikan fasilitas pada para pemakai (user) agar dapat mengakses hardware dan software, meminta dukungan pengembangan aplikasi dan memperoleh pelatihan. Unit organisasi yang ingin berhasil baik, perlu adanya identitas atas informasi yang diperlukan  oleh  manajemen  yang  lebih  memfokuskan  pada  pelaksanaan  pekerjaan dengan baik. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman sistem informasi dalam melaksanakan tugas. Kriteria tugas yang pasti akan mendorong pencapaian tugas secara tepat, sehingga berfungsi dalam pengambilan keputusan

·        Sistematika penelitian       :
Ø BAB I  PENDAHULUAN
Ø BAB II      TINJAUAN PUSTAKA
Ø BAB III     METODE PENELITIAN
Ø BAB IV HASIL PENELITIAN  DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Ø BAB V PENUTUP
·        Kesimpulan                       :
Ø  Dengan melihat hasil penelitian dalam Bab IV, dalam BAB V ini, peneliti menyimpulkan dan menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana implementasi Kebijakan Sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan Nasional ( SIMTANAS ) di Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara.
Implementasi kebijakan dipandang dalam pengertian yang luas merupakan alat administrasi  hukum  dimana  berbagai  aktor,  organisasi,  prosedur  ,  dan  teknik  yang bekerja bersama-sama untuk menjalankan kebijakan guna meraih dampak atau tujuan yang diinginkan. Implementasi
Agenda Kebijakan sistem informasi manajemen pertanahan nasional (SIMTANAS) dilihat dari dasar hukum merupakan  visi dan misi BPN-RI 2007-2009, dilihat dari dasar hokum ini, implementasi sistem informasi manajemen pertanahan nasional (SIMTANAS) dikabupaten Jepara menunjukkan bahwa masih diperlukannya pensertifikasi  tanah  secara  terartur,  tertib,  atau  procedural  sesuai  dengan  standar prosedur operasi pengaturan dan pelayanan, selain itu Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara  dalam  menyelesaikan  persoalan  pertanahan  atau  sengketa  pertanahan  sudah sesuai dengan aturan yang ada serta telah merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
Kualitas pelayanan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh para manajer organisasi. Kualitas pelayanan merupakan tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan untuk memenuhi keinginan masyarakat. Kualitas Pelayanan dikantor Pertanahan Kabupaten Jepara masih adanya
permasalahan-permasalahan dalam memberikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat dan terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara.
Dilihat  dari  fenomena  komunikasi,     Kebijakan  SIMTANAS  di  kabupaten Jepara, gejala yang muncul di kantor Pertanahan Kabupaten Jepara adalah Para pegawai mengetahui dan memahami dan mengetahui secara baik tentang Kebijakan SIMTANAS tetapi masih adanya permasalahan Khususnya Job Diskription  masing-masing petugas serta belum tersedianya dukungan finansiil secara khusus yang dialokasikan untuk mendukung SIMTANAS sehingga masih diperlukannya Peningkatan Tingkat Pemahaman dan ketrampilan petugas.
Dilihat dari fenomena sikap, Kebijakan SIMTANAS di kabupaten Jepara, gejala yang muncul di kantor Pertanahan Kabupaten Jepara adalah sikap para pegawai di kantor Pertanahan Kabupaten Jepara sangat Mendukung Kebijakan SIMTANAS walaupun masih diperlukan adanya peningkatan sumber daya Manusia di Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara.
Dalam penelitian Implementasi Kebijakan Sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan Nasional (SIMTANAS) di Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara.  hal yang menurut peneliti perlu disoroti / kendala dalam pelaksanaan kebijakan SIMTANAS di kabupaten Jepara , yaitu masalah kemampuan sumber daya manusia serta  sarana dan prasarana


3.     Disertasi
a.     Judul                        :
DETERMINAN EKONOMI PEMILIHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI: ANALISIS SINGLE MOTIVE DAN MULTIPLE MOTIVE.
b.    Identitas peneliti       :
-         Nama                           : Mukhlisin
-         Nim                             : C5B004014
-         Universitas                  : UNIVERSITAS DIPONEGORO


c.      Abtrak                      :
ABSTRAK


TUJUAN PENELITIAN INI ADALAH 1) MENGANALISIS    PERILAKU MANAJER DALAM MEMILIH KEBIJAKAN AKUNTANSI, 2) MENDAPATKAN BUKTI EMPIRIS BAHWA PERBEDAAN NILAI KONSERVATISME AKUNTANSI ANTAR MANAJEMEN AKAN MEMPENGARUHI  PERILAKU  MANAJEMEN  DALAM  MEMILIH KEBIJAKAN AKUNTANSI, 3) MENGURAI TENTANG PERAN NILAI KONSERVATISME AKUNTANSI DALAM MEMPENGARUHI SIKAP OPORTUNIS    MANAJEMEN,    4)   MENGUJI    UNTU MENDAPATKAN BUKTI EMPIRIS BAHWA DALAM MEMILIH KEBIJAKAN AKUNTANSI DAPAT DIHADAPKAN PADA DUA MOTIF SEKALIGUS YAITU DENGAN MENGINTERAKSIKAN  ANTARA  BONUS  PLAN  DENGAN  DEBT COVENANT DAN BONUS PLAN DENGAN POLITICAL COST.
Penelitia ini   mengkonfirmasi   teori   prediksi   menjadi   10   hipotesis. Hipotesis ini diuji dengan sampel sebanyak 273 perusahaan manufaktur yang terdaftar  di  Bursa  Efek  Jakarta  dari  tahun  2000  sampai  dengan  tahun  2004. Penelitian ini menggunakan regresi logistik sebagai dasar pengujian hipotesis.
Hasil  penelitian  ini  menunjukkan   bahwa  proksi  leverage  untuk  debt covenant, besarnya perusahaan sebagai proksi political cost dan interaksi antara political  cost  dengan  bonus  plan  secara  signifikan  mempengaruhi  manaemen dalam   memili kebijaka akuntansi.   Bonu plan,   kepemilika manajemen, tekanan buruh, nilai konservatisme  akuntansi, interaksi konservatisme  akuntansi dengan  perilaku  oportunis  manajemen,  dan interaksi  antara bonus plan dengan leverage tidak mendukung hipotesis.
  
Kata Kunci:  Kebijakan akuntansi, hipotesis bonus plan, hipotesis debt covenant, hipotesis political cost, nilai konservatisme akuntansi

d.    Perbedaan
·        Metode penelitian              :
Ø POPULASI DAN SAMPEL

Obyek  dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan mengacu pada perusahaan-perusahaan  manufaktur yang termuat di Capital Market Directory Indonesia tahun 20001-2005. Penelitian dilakukan  pada perusahaan  manufaktur  karena  perusahaan  manufaktur  regulasi akuntansinya tidak seketat perusahaan keuangan dan perbankan sehingga perilaku manajeman terkait dengan kebijakan akuntansi dapat lebih dijelaskan. Objek penelitian yang diteliti adalah perusahaan-perusahaan  yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004. Hal ini menunjukan bahwa  penelitian  yang  dilakukan  mengkombinasikan  antara  crossection  dan time-series disebu juga   poolin data   atau   data   panel.   Data   pane akan memberikan data yang lebih informatif, lebih bervariasi, tingkat kolinieritas antar variabel menjadi rendah, lebih besar degree of fredoomnya, dan lebih efisien (Ghozali, 2006; Cochran, 2001).

·        Manfaat penilitian            :
Ø PENELITIAN  INI DIHARAPKAN  DAPAT  MEMBERI  KONTRIBUSI PENGEMBANGAN TEORI AKUNTANSI POSITIF. PARADIGMA INI MERUPAKAN PERLUASAN DARI TEORI AKUNTANSI POSITIF YANG DIKEMBANGKAN OLEH WATTS DAN ZIMMERMAN (1986) YANG MELIPUTI DEBT COVENANT HYPOTHESIS, BONUS PLAN HYPHOTHESIS, DAN POLITICAL HYPOTHESIS. TEORI AKUNTANSI POSITIF DIBANGUN BERDASARKAN  HUBUNGAN  KONTRAKTUAL  ANTARA MANAJEMEN- STOCKHOLDER,  MANAJEMEN-DEBTHOLDER,  DAN  MANAJEMEN- PIHAK KETIGA, PENELITIAN INI DIHARAPKAN DAPAT MEMBERI KONTRIBUSI TERCIPTANYA PERSPEKTIF BARU DALAM TEORI AKUNTANSI YANG TERKAIT DENGAN HUBUNGAN KONTRAKTUAL ANTAR     MANAJEMEN     DALAM     PERUSAHAAN.     SECARA     LEBIH.
SPESIFIK, PENELITIAN INI DIHARAPKAN DAPAT MENGUNGKAP KONFLIK KEPENTINGAN  ATAS NILAI KONSERVATISME  AKUNTANSI ANTAR MANAJEMEN DALAM PERUSAHAAN, SEHINGGA DAPAT MEMPERLUAS KHASANAH ILMU PENGETAHUAN TENTANG MOTIF MANAJEMEN DALAM MEMILIH KEBIJAKAN AKUNTANSI DENGAN MEMASUKKAN  KONSERVATISME  AKUNTANSI  PERUSAHAAN SEBAGAI CERMINAN NILAI YANG DIANUT PERUSAHAAN.
KONTRIBUSI PRAKTIS BAGI MANAJEMEN ADALAH BAHWA MANAJEMEN  LEBIH BAIK MENGGUNAKAN  KEBIJAKAN  AKUNTANSI DALAM MENGELOLA  INFORMASLABA YANG AKAN DILAPORKAN. PENELITIAN   INI     DIHARAPKAN   DAPAT  MEMBERIKA MASUKAN BAGI  MANAJEMEN  PERUSAHAAN   BAHWA     UNTUK  MENGHADAPI TARIK ULUR KEPENTINGAN ANTAR STAKEHOLDER, MANAJEMEN MASIH DAPAT MEMANFAATKAN  KEBIJAKAAKUNTANSI  SEBAGAI SARANA UNTUK MENGELOLA LABA PERUSAHAAN. SELAIN TIDAK MELANGGAR   ATURAN,   STRATEGI   LABA   DENGAN MENGEKSPLOITASI  KEBIJAKAN  AKUNTANSI  JUGA  MURAH, SEHINGGA MANAJEMEN TIDAK PERLU MELAKUKAN PRAKTEK TERCELA.
KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG DIPILIH PERUSAHAAN MENCERMINKAN PERILAKU MANAJER PERUSAHAAN. SEHUBUNGAN DENGAN ITU, PENELITIAN INI DIHARAPKAN DAPAT BERMANFAAT BAGI STOCKHOLDER DAN DEBTHOLDER UNTUK MENGEVALUASI KINERJA     MANAJEMEN.     DEBTHOLDER     DAPAT     MENGEVALUASI.
KECENDERUNGA PERILAKU   MANAJEME DENGAN MENGEVALUASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG DIPILIH OLEH MANAJEMEN.
TARIK ULUR KEPENTINGAN ANTARA BERBAGAI PIHAK YANG TERKAIT DENGAN KEBIJAKAN AKUNTANSI MENGAMBARKAN KOMPLEKSITAS  YANG  TINGGI  DARI PILIHAN  KEBIJAKAN AKUNTANSI BUKTI   OPPORTUNISTI MANAJEMEN   DALAM MEMBELA  KEPENTINGANNYA  MENGHARUSKAN  PEMEGANG OTORITAS BURSA (BADAN PENGAWAS PASAR MODAL) UNTUK MEMBUAT REGULASI YANG MENCERMINKAN SIKAP KETERBUKAAN DARI PARA EMITEN BURSA EFEK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN. BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAPAT MENGELUARKAN  REGULASI  BAHWA PARA EMITEN WAJIB MENGUNGKAPKAN  INFORMASI TENTANG  KECENDERUNGAN PERUSAHAAN    DALA MEMILIH   KEBIJAKA AKUNTANSI BILA PERLU, BAPEPAM MENGHARUSKAN  PIHAK INDEPENDEN  (AUDITOR) UNTUK MENGUNGKAPKAN TINGKAT KONSERVATISME LAPORAN KEUANGAN DALAM OPINI AUDITNYA.

·        Sistematika penelitian       :
Ø BAB I PENDAHULUAN
Ø BAB II TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN
Ø BAB III METODE PENELITIAN
Ø BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Ø BAB V KESIMPULAN